Arsip Blog

Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO)



BOPO termasuk rasio rentabilitas (earnings). Keberhasilan bank didasarkan pada penilaian kuantitatif terhadap rentabilitas bank dapat diukur dengan menggunakan rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (Kuncoro dan Suhardjono, 2002). Menurut Dendawijaya (2005) rasio biaya operasional digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi dan kemampuan bank dalam melakukan kegiatan operasinya. Rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) sering disebut rasio efisiensi digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengendalikan biaya operasional terhadap pendapatan operasional. Semakin kecil rasio ini berarti semakin efisien biaya operasional yang dikeluarkan bank yang bersangkutan (Almilia dan Herdiningtyas, 2005).

BOPO dinyatakan dalam rumus berikut :


Biaya operasional dihitung berdasarkan penjumlahan dari total beban bunga dan total beban operasional lainnya. Pendapatan operasional adalah penjumlahan dari total pendapatan bunga dan total pendapatan
operasional lainnya.


Artikel Terkait

9 komentar :

Eko Andrianto mengatakan...

wah terimakaish artiketlnya...
lagi bikin laporan nih;

thx
salam
eko andrianto
admin http://pembiayaansyariah.info

kingkong mengatakan...

thanks ya infonya !!!

www.bisnistiket.co.id

Elsa Fibeany Liora mengatakan...

ada daftar pustaka yang lengkap gak tentang artikel ini?

Dian Sanubary mengatakan...

makasih banyak atas info nya ..
bagus sekali

Ari Viyani mengatakan...

thank's

Susi Hariyani mengatakan...

Buku apa yang ada boponya . Mohon bantuannya ya . Makasih

KEMOGEY TOYAI mengatakan...

terima kasih Ugatame atas kebaikan - MU
(Athen)

Meri Rusdiman mengatakan...

Thank ya pak informasinya :)

Gede Sukamaya mengatakan...

Tahu buku yg menjelaskan tentang hubungan beban operasional terhadap pendapatan gak?

Poskan Komentar

Loading...
 

Catatannya Didit Copyright © 2011-2015 | Powered by Blogger